Home Saturday Forum Ketahanan Keluarga di Era Industri 4.0

Ketahanan Keluarga di Era Industri 4.0

INSISTS Saturday Forum (INSAF) 4 Agustus 2018

291
0
INSISTS Saturday Forum (INSAF), 4 Agustus 2018

Perkembangan teknologi industri banyak mengubah tatanan masyarakat, dari mulai siklus hidup, perputaran modal, bentuk kelembagaan, bahkan sampai ke urusan yang sangat privat: keluarga. Ada logika baru di dalam masyarakat industri yang berbeda dari tatanan lama terkait nilai-nilai keluarga. Pembagian peran di dalam keluarga sedikit atau banyak mengalami perubahan, asas kepemilikan pun sering didasari etika individualistik sehingga keluarga tak lagi menjadi rujukan nilai dominan.

Persoalan lainnya adalah jurang antargenerasi. Masyarakat usia dewasa, karena tuntutan profesionalisme di dunia industri, sering digambarkan tak mampu memahami kemauan anak-anak muda, juga anak-anak kecil mereka. Cinta kasih dan keakraban pudar. Pembagian yang kaku tentang Generasi Baby Boomers, Generasi Y, Generasi Z, dan seterusnya, seakan-akan mengekalkan jurang tersebut. Tiap-tiap generasi digambarkan punya sistem makna dan nilainya sendiri yang tak bisa diterima satu sama lain, sehingga mereka cukup saling menerima dan menenggang saja supaya kehidupan tetap berjalan.

Bagaimana pandangan Islam akan hal ini? INSISTS Saturday Forum (INSAF) pekan ini akan memulai bulan Agustus kita dengan pembahasan seputar keluarga. Ketua Komisi Seni Budaya Islam MUI, Dr. Saiful Bahri, M.A., akan membahas tema tersebut. Para peminat isu keluarga, dan tentu saja pemikiran Islam secara umum, dapat menyimak dan berbagi pandangan di forum ini.

***

as-salāmu ‘alaykum wa rahmatullāhi wa barakātuh…

Hadirilah INSISTS Saturdray Forum (INSAF):

Tema: “Ketahanan Keluarga di Era Industri 4.0”

Pembicara: Dr. Saiful Bahri, M.A. (Ketua Komisi Seni Budaya Islam MUI)

Sabtu, 4 Agustus 2018
Pkl. 10.00 – 12.00 WIB

Aula Imam al-Ghazali, INSISTS, Gedung Gema Insani Lt.1
Jl. Kalibata Utara 2 No.84 Jakarta Selatan

Informasi: Telp: 021-7940381 / WA: 0812 9081 5528

Leave a Reply