Home Saturday Forum Beberapa Tesis tentang Islam dan Kesenian Kontemporer di Indonesia

Beberapa Tesis tentang Islam dan Kesenian Kontemporer di Indonesia

189
0
Salah satu sarana mengenal dan mempelajari Islam yang diperoleh generasi milenial saat ini adalah budaya populer, terutama dalam bentuk visual (film, kanal Youtube, akun Instagram, dan sebagainya). Dakwah tersalurkan dengan cepat lewat gawai di tangan, menyentuh batin, dan membangkitkan kesadaran keberislaman. Dari sudut pandang pendakwah atau gerakan dakwah, sarana ini menjadi tantangan tersendiri karena budaya populer lekat dengan produk estetis (keindahan).
 
Sejarah mencatat bahwa dakwah melalui jalur budaya, termasuk seni, di masa lalu lewat para ulama sekaligus seniman seperti Hamzah Fansuri, Sunan Kalijaga, sampai ke HAMKA, bukan cuma berhasil menyampaikan kebenaran Islam kepada masyarakat tetapi sekaligus meningkatkan mutu estetis mereka. Mereka memanfaatkan segenap kemampuan estetis yang mereka punya, baik karya sastra, seni rupa, seni musik, dan seni pertunjukan.
 
Di zaman sekarang, kajian tentang pandangan Islam terhadap kesenian kontemporer menjadi penting karena dua hal. Pertama, peran seniman Islam di lingkungan budaya “adiluhung” seperti sastra dan lukisan nyaris tak terdengar, meski bukan berarti tiada. Kedua, budaya populer mengandung banalitas dan kedangkalan yang harus dengan jeli dihindari, agar muruah Islam dan dakwah tetap terjaga sekaligus tetap dapat memanfaatkannya.
 
INSISTS Saturday Forum (INSAF) pekan ini mengundang Ketua Dewan Kesenian Banten dan Departemen Seni dan Budaya PP Parmusi, Chavchay Syaifullah, S.S., untuk menyampaikan pemikiran dan pengalamannya di bidang kesenian kontemporer. Chavchay menempuh pendidikan pesantren di Daar el-Qolam, Banten dan Rabtihah Ali Alamsyah, Mekkah, lalu berkuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan menulis skripsi tentang Eksistensialisme dalam puisi-puisi Chairil Anwar. Karya-karyanya berupa novel, cerpen, teater, dan lagu terbit dan dipentaskan di beberapa tempat.
 
***
 
as-salāmu ‘alaykum wa rahmatullāhi wa barakātuh…
 
Hadirilah INSISTS Saturday Forum (INSAF):
 
Tema: “Beberapa Tesis tentang Islam dan Kesenian Kontemporer di Indonesia”
 
Pembicara: Chavchay Syaifullah, S.S. (Sastrawan, Ketua Dewan Kesenian Banten dan Dept, Seni dan Budaya PP Parmusi)
 
Sabtu, 18 Agustus 2018
Pkl. 10.00 – 12.00 WIB
 
Aula Imam al-Ghazali, INSISTS, Gedung Gema Insani Lt.1
Jl. Kalibata Utara 2 No.84 Jakarta Selatan
 
Informasi: Telp: 021-7940381 / WA: 0812 9081 5528

Leave a Reply