Home Artikel Telah Terbit

Telah Terbit

906
0
Alhamdulillah, ISLAMIA volume VIII, No I, 2012 telah hadir kembali di hadapan pembaca yang budiman. Semoga kehadirannya bisa memperkuat tali silaturahim, keimanan dan juga rihlah ‘ilmiyyah kita bersama.
 
Pada edisi kali ini, redaktur menurunkan Telaah Utama tentang proses Islamisasi nusantara. Kenapa sejarah kehadiran Islam di bumi nusantara perlu dikaji? Apa manfaat mengenali usaha ulama dalam mengislamkan nusantara di masa lalu dan apa relevansinya dengan sekarang? Tentunya akan tertulis berjilid-jilid buku untuk menjawabnya. Namun pada intinya sejarah merupakan cermin bagi sebuah bangsa untuk melihat masa lalunya, menapaki masa kininya dan menginspirasi masa depannya. Mengenali sejarah berarti menggali pengalaman panjang yang pernah berlaku di masa lampau untuk memahami hakekat sebuah realitas. Wa tilka l-ayyamu nudawiluha bayna n-nas. QS. 3:140. Maka orang bijak pandai berkata bahwa orang yang membaca sejarah seakan-akan ia hidup sepanjang zaman, “Inna man qara’a l-tarikh faqad ‘asha d-dahra kullahu”.
 
Sebaliknya, bangsa yang tidak memiliki atau menghargai sejarah ibarat bangsa yang tidak pernah wujud. Sejarah memperlihatkan sunnatullah tentang kejayaan dan kehancuran suatu bangsa, sehingga kita bisa mengkaji berbagai faktor dari masa silam untuk membangkitkan generasi sekarang dan mendatang.
 
Kajian sejarah Islam menyuguhkan gambaran hidup tentang realitas yang pernah diterapkan Islam. Memahami sejarah Islam, berarti mengenali jejak langkah kaum bijak-saleh yang telah menorehkan tinta emas yang tidak pernah terlupakan dengan berlalunya zaman. Ia adalah sejarah tokoh-tokoh yang memahami din dan dunya. Mereka mengitari dunia dengan pandangan hikmah akherat. Sejarah Islam adalah sejarah peradaban yang menyatukan unsur-unsur akhlak, politik, ekonomi, budaya, perundangan, kemakmuran dan kekuatan dalam dalam sebuah tata kehidupan yang serasi. Kerja-kerja peradaban seperti inilah yang pernah dilakukan para ulama ketika melakukan proses Islamisasi nusantara. Kegemilangan sejarah umat Islam bukan sekedar untuk dibangga-banggakan, tapi sebagai inspirasi masa depan dalam naungan bahtera Rabbani.
 
Dalam edisi “Pembebasan Nusantara antara Islamisasi dan Kolonialisasi” kali ini, redaktur menurunkan beberapa artikel tentang Historiografi dan Metodologi Islamisasi Nusantara, Islamisasi di Jawa, Sunda, Sulawesi Selatan dan Madura, serta Islam dan Peradaban Candi di Jawa. Kemudian dilanjutkan dengan kajian tentang konsep Ilmu dan isu gender yang sedang ramai dipertikaikan menyusul rencana pembuatan RUU KKG. Hadir pula resensi buku “MISYKAT: Refleksi tentang Islam, Westernisasi & Liberalisasi” yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di kalangan intelektual muslim di Indonesia dan diakhiri dengan Epilog tentang dakwah.
 
Akhirul kalam, semoga sajian kami dalam edisi ini dapat menghadirkan manfaat dan menjadi salahsatu motivasi penting untuk menggali lebih lanjut sejarah Islam di bumi nusantara demi tercapainya izzatul Islam wa l-muslimin.

Leave a Reply