Home Diskusi Sabtu Potret Sains, Teknologi, dan Kedokteran dalam Sejarah Indonesia Masa Kolonial

Potret Sains, Teknologi, dan Kedokteran dalam Sejarah Indonesia Masa Kolonial

269
0
Jika membaca novel autobiografis Memang Jodoh karya Marah Rusli, kita akan mendapatkan gambaran suasana intelektual di kampus pertanian milik Hindia Belanda, cikal bakal sebuah kampus negeri terkemuka di Bogor. Tokoh utama novel tersebut, Marah Hamli, digambarkan menjadi bagian dari calon amtenar kolonial. Dari masa kini, Sven Veerbek menghabiskan waktu 2 tahun untuk menyunting video-video tentang Batavia (kini Jakarta) lama yang berserakan milik J. H. Zlinder. Usahanya memberi warna dan suara bagi rekaman bangunan megah, pedagang pasar, dan warga biasa, yang bersanding dengan mobil, trem, dan teknologi tercanggih di masa itu, lalu mengunggahnya di saluran Youtube pribadi.
 
Di masa itu, perguruan tinggi merupakan hal mewah yang hanya bisa dijangkau segelintir orang. Mereka didik untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli Belanda di bidang pertanian, kedokteran, teknologi, atau hukum. Lewat novel lain yang menceritakan zaman yang sama, misalnya Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, kita bisa merasakan bagaimana pendidikan Belanda tersebut perlahan-lahan membentuk kesadaran-diri baru manusia Indonesia, yakni “modern”. Dampak dari hal itu bermacam-macam, dari mulai kesadaran pentingnya melawan penjajahan menuju negara merdeka, sampai penerimaan nalar sekuler dan progresif yang menengok masa lampau sebagai barang usang penghadang kemajuan.
 
Dalam INSISTS Saturday Forum (ISF) pekan ini, kami mengundang sejarawan muda, Dr. Gani A. Jaelani, DEA, untuk menjelaskan keadaan sains, teknologi, dan kedokteran di masa penjajahan itu, dari pelbagai aspeknya. Peminat sejarah, sains, teknologi, dan kedokteran, bisa memperkaya kesadaran historisnya dengan menyimak pemaparan Dr. Gani ini. Peminat kajian Islam pada umumnya juga tentu kami undang untuk hadir meramaikan.
 
***
 
as-salāmu ‘alaykum wa rahmatullāhi wa barakātuh…
Hadirilah INSISTS Saturday Forum (ISF):
 
Tema: “Potret Sains, Teknologi, dan Kedokteran dalam Sejarah Indonesia Masa Kolonial”
Pembicara: Dr. Gani A. Jaelani (Dosen Ilmu Sejarah, Universitas Padjadjaran; Doktor Ilmu Sejarah di EHESS, Prancis)
 
Sabtu, 7 April 2018
Pkl. 10.00 – 12.00 WIB
 
Aula Imam al-Ghazali, INSISTS, Gedung Gema Insani Lt.1
Jl. Kalibata Utara 2 No.84 Jakarta Selatan
 
Informasi: Telp: 021-7940381 / WA: 0812 9081 5528

Leave a Reply