Home Saturday Forum Nekropsi Kalam Mu’tazilah dan Teologi Kaum Liberal: Kajian Perbandingan

Nekropsi Kalam Mu’tazilah dan Teologi Kaum Liberal: Kajian Perbandingan

28
0

Di sebagian kalangan, ada yang meyakini bahwa sendi-sendi peradaban Islam dibangun oleh Mu’tazilah. Menghidupkan tradisi Mu’tazilah yg -diyakini- membawa semangat rasional, keterbukaan dan kebebasan, akan mengembalikan kejayaan umat di masa puncaknya.
Bahkan di zaman sekarang, ada golongan yg mengklaim telah mewarisi tradisi Mu’tazilah dan gencar melakukan agenda rasionalisasi & liberalisasi ajaran Islam. Semua isu kontemporer dan penyebab kemunduran umat ditariknya ke masalah akar teologi & cara pandang Islam. Hingga pada akhirnya diperlukan gaya berpikir baru untuk menyelamatkan umat dari keterbelakangan & ketertinggalan. Makanya sejak lebih dari 5 dasawarsa ini, kurikulum studi Islam di banyak PTAI diproyeksikan selaras dengan ideologi Mu’tazilah sehingga dapat berjalan seiringan dengan perkembangan dunia, termasuk dalam pola mengangkat pemimpin, kesetaraan gender, mengatasi radikalisme, LGBT, konsep nilai dalam memutuskan baik-buruknya perbuatan, dll.
 
Sedangkan sebagian kelompok literalis yg berseberangan dg Mu’tazilah, mencukupkan dirinya dengan mengharamkan aliran ini. Ujung2nya kurang memberikan kontribusi dalam pemikiran & pembangunan peradaban. Pola-pola menghukumi dengan model “menyuruh & melarang” yang fokus pada kesalehan individual, bukanlah karakter Islam sebagai agama wahyu & basis peradaban manusia.
 
Bagaimana kedudukan Mu’tazilah dala Islam?
Benarkah klaim-klaim tentang Mu’tazilah tersebut di atas?
Seandainya masih hidup, apa kata Mu’tazilah terhadap golongan yang mengaku dirinya telah mewarisi metode pemikirannya?
_____________________
Hadirilah INSISTS Saturday Forum
Sabtu, 27 Januari 2018
Pukul: 10.00 – 12.00 WIB
Tema: Nekropsi Kalam Mu’tazilah dan Teologi Kaum Liberal: Kajian Perbandingan
Pembicara: Dr. Henri Shalahuddin, MIRKH

Leave a Reply