Home Berita Tarhib Ramadhan bersama INSISTS: Kebersihan Hati untuk Kemenangan Umat

Tarhib Ramadhan bersama INSISTS: Kebersihan Hati untuk Kemenangan Umat

144
0
Tarhib Ramadhan Bersama INSISTS, 25 Mei 2017
Tarhib Ramadhan Bersama INSISTS, 25 Mei 2017

Beberapa bulan sebelum memasuki Ramadhan tahun ini (1438 H), umat Islam Indonesia menghadapi pelbagai ujian yang jalin-menjalin, seperti penistaan agama oleh seorang gubernur, kriminalisasi ulama, dan tuduhan-tuduhan sebagai penganut agama kekerasan. Di sisi lain, upaya umat menjalani ujian itu, di bawah bimbingan para ulama, menunjukkan suatu capaian yang juga luar biasa terutama dalam bentuk Aksi Bela Islam (411, 212, 505, dan kegaiatan-kegiatan lanjutannya). Capaian ini menunjukkan banyak hal: bahwa persatuan umat adalah niscaya, baik dalam bentuk gerakan sosial ataupun gerakan sukarela yang menyediakan makanan dan minuman melimpah selama aksi; keikhlasan umat untuk mengorbankan waktu, tenaga, dan dana dalam rangka mewujudkan keberhasilan acara itu; daya tawar umat di hadapan kekuatan politik yang ada (birokrasi, oligarki, partai politik, NGO) bahwa dengan narasinya sendiri, umat mampu memperjuangkan aspirasi di atas segala kepentingan mereka; dan sebagainya.

Melalui pendidikan jiwa (tazkiyatun nafs) selama bulan Ramadhan, umat Islam dapat melengkapi segala capaian ini dengan perjuangan yang lebih besar, terarah, dan terpadu yang melibatkan semua unsur umat. Dalam sejarah peradaban Islam, hal ini ditunjukkan oleh Imam al-Ghazali dalam mengusahakan perbaikan keadaan umat yang saat itu carut-marut oleh serangan Tentara Salib dari luar, dan kezaliman penguasa, perpecahan umat, dan ketimpangan ekonomi dari dalam. Majid Irsan al-Kilani mencatat bahwa upaya Imam al-Ghazali untuk membenahi hal itu adalah melalui pembersihan jiwa dan menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama. Menurut catatannya, keberhasilan tersebut terjadi ketika Shalahuddin al-Ayyubi dan generasinya yang terdidik dengan baik mampu memenangkan umat atas penjajahan Tentara Salib dan memperbaiki adab umat. Jika dikaitkan dengan umat Islam saat ini, di lingkup dunia wabil khusus di Indonesia, kita menemukan tawaran yang sejalan dengan peristiwa sejarah itu dari Syed Muhammad Naquib Al-Attas, yang mengatakan bahwa awal mula pembenahan keadaan umat adalah pembenahan ilmu. Ilmu yang benar hanya akan tiba pada hati yang bersih.

***

Hadirilah
TARHIB RAMADHAN BERSAMA INSISTS
Tema: “Kebersihan Hati untuk Kemenangan Umat”
Pembicara: Al-Ustadz Fahmi Salim, M.A. (Kandidat Doktor bidang tafsir Universitas Al-Azhar, kairo)
Hari: Kamis, 28 Sya’ban 1438 / 25 Mei 2017
Pukul: 16.00 – 19.30 WIB
Tempat: Aula INSISTS
Terbatas 50 peserta.
Pendaftaran via WA: 0812 9081 5528

Leave a Reply