Home Berita Siapkan Tunas Pionir Peradaban, INSISTS Gelar Muslim Youth Forum 2026

Siapkan Tunas Pionir Peradaban, INSISTS Gelar Muslim Youth Forum 2026

17
0

Oleh: Husain Zahrul Muhsinin

Generasi muda berperan penting untuk menyongsong kejayaan peradaban di masa depan. Mereka bagaikan motor penggerak yang memutar roda-roda inovasi serta poros yang menopang sendi-sendi pergerakan masyarakat. Dengan menaruh perhatian lebih pada pemberdayaan pemuda, generasi emas akan terlahir untuk mewujudkan peradaban yang gemilang.

Muslim Youth Forum 2026 atau MY Forum 2026 hadir sebagai upaya menjawab visi tersebut. Dengan tajuk “Meneguhkan Identitas, Merajut Ukhuwah, Memimpin Peradaban”, acara ini membekali para pemuda dengan berbagai materi spesial yang insightful dan membuka wawasan. Bersama pemateri yang merupakan pakar serta praktisi ahli di bidangnya, MYF 2026 sukses menjadi wadah yang mempertemukan para pelita ilmu dengan aktor-aktor yang akan menyalakan gelora peradaban.

Keynote speech disampaikan oleh Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., Rektor UNIDA Gontor sekaligus Co-Founder dan Direktur Utama INSISTS Indonesia. Beliau menekankan pentingnya meneguhkan identitas pemuda Muslim dan Muslimah yang tidak hanya berhenti di level Islam, tapi harus naik ke level Iman bahkan Ihsan. “Tidak semua yang beridentitas Muslim itu berkualitas Mukmin, tapi semua Mukmin pasti Muslim,” tegas Prof Hamid.

Dengan menjadikan syariah sebagai fondasi peneguh identitas, generasi muda dapat membangun profesionalitas karier yang sarat dengan nilai Islam. Ustadz Nur Fajri Romadhon, B.Sh., M.A., anggota Divisi Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, menambahkan strategi menyiarkan nilai-nilai tersebut melalui jalan dakwah. Ustadz Fajri menerangkan bahwa manifestasi identitas Islam tidak boleh berhenti di dalam pribadi seorang Muslim, namun harus terus ditularkan kepada masyarakat di sekitarnya.

Setelah Ustadz Fajri, materi selanjutnya bertemakan ketahanan keluarga. Adalah Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si., Guru Besar Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menyampaikan ihwal tersebut. Prof Euis mengungkap data yang cukup mengkhawatirkan akan rapuhnya institusi keluarga akhir-akhir ini, lalu mempromosikan sebuah langkah solutif dengan mengusung ‘youth resilience’. Melalui pelatihan dan pembinaan intensif, youth resilience berupaya menyiapkan calon pemimpin keluarga yang tangguh dan tahan banting menghadapi berbagai cobaan.

Tidak kalah menarik, Direktur Eksekutif INSISTS Indonesia yakni Ustadz Dr. Henri Shalahuddin, MIRKH., memaparkan siasat strategis untuk membangun visi peradaban dalam membina keluarga. Menurutnya, nilai Islam yang menjadi core utama harus didukung dengan pembagian peran yang optimal antara ayah dan ibu, sehingga anak-anak mendapatkan pendidikan menyeluruh yang menyentuh aspek kognitif, emosional dan spiritual. “Generasi yang hebat lahir dari institusi keluarga yang sehat,” terang Ustadz Henri.

Setelah meneguhkan identitas Islam dimulai dari individu kemudian keluarga, tugas selanjutnya adalah menjaganya tetap sustain dan bertahan lama. Untuk itu, dua materi terakhir melengkapi suguhan nutrisi ilmu pada acara ini. Materi tentang strategi membangun kemandirian ekonomi disampaikan oleh Pak Denni Delyandri, S.T., Founder & CEO Villa Corp. Melalui pengalamannya merintis bisnis oleh-oleh khas Nusantara, Pak Denni membagikan siasat jitu untuk mengurangi risiko dalam berwirausaha.

Sedangkan materi terakhir disampaikan oleh Ustadz Dr. (HC) K.H. Bachtiar Nasir, Lc., M.M., aktivis dakwah dan Pimpinan AQL Islamic Center, berkenaan dengan pembinaan identitas yang kontinu agar tidak tergerus terutama oleh disrupsi era digital. Ustadz Bachtiar Nasir membagikan kiat-kiat mempertahankan identitas melalui disiplin keseharian serta mencari komunitas yang tepat untuk saling mengingatkan dan tawashau bil haqqi wash shabri.

MYF 2026 merupakan acara yang diinisiasi oleh INSISTS Indonesia, diselenggarakan dengan berkolaborasi bersama Kementerian Agama RI, Paragon Corp dan Wakaf Al Azhar Jakarta. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Ahad 25 Oktober 2026 bertempat di Paragon Community Hub, dan dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dari berbagai kalangan. Tidak hanya pemuda, antusiasme peserta juga mengundang para pegiat komunitas untuk hadir di acara tersebut. Acara juga dimeriahkan dengan INSISTS Award sebagai bentuk penghargaan kepada para aktivis yang tidak kenal lelah melakukan syiar dakwah untuk kebaikan umat dan bangsa.