Home Artikel Hikmah Firaun

Hikmah Firaun

1037
0

Oleh: Mohammad Iqbal

 

Kearifan umat beriman telah kulepaskan

Kini kupelajari kearifan umat yang murtad

Kearifan umat yang murtad adalah kebohongan dan tipu muslihat

Apakah kebohongan dan tipu muslihat? Perusak jiwa dan penegak tubuh

Inilah kearifan yang membebaskan diri dari tali Iman

Dan tersesat jauh dari rumah Cinta

 

Orang-orang yang mengikuti jalan Firaun ini

Berpikir seperti budak mengikuti kehendak majikannya

Dengan cara yang memikat, pendeta dan ulamanya

Menafsirkan agama menurut kemauan kaisarnya

Kesatuan umat dipecah belah dengan program pembeoannya

 

Tak ada yang berani menentang kecuali Musa dan Tongkatnya

Malanglah umat yang terperangkap tipu muslihat golongan lain

Yang menghancurkan diri sendiri dan membangun untuk kepentingan umat lain

 

Mereka memperoleh kecakapan ilmiah dan ketrampilan seni

Namun tak menyadari kepribadiannya sendiri

Mereka menghapuskan ayat Tuhan dari cincinnya

Cita-cita di hatinya bangkit cuma untuk tenggelam

Mereka tak diberkati keturunan yang diresapi rasa hormat

Jiwa dalam tubuh anak-anak mereka seperti bangkai dalam kuburan

 

Generasi tuanya congkak luar biasa

Yang muda sibuk berias seperti wanita kampungan

Kemauan yang muncul dari hati mereka tak pernah mantap

Mereka dilahirkan mati dari rahim ibu-ibu mereka

Gadis-gadisnya terjerat oleh mode pakaian

Dan bermacam-macam alat kecantikan

 

Mereka senang berpakaian mewah

Alis matanya dirias seperti sepasang pedang

Perhiasannya gemerincing menyilaukan mata

Buah dadanya dipamerkan seperti ikan di kolam

Itulah bangsa yang abunya tak mengandung bara lagi

Dan pagi harinya lebih gelap dari malam

 

Yang diburu hanya kekayaan dunia

Hidupnya diliputi kecemasan dan ngeri menghadapi kematian

Kekayaannya membuatnya kikir dan cinta kesenangan dunia

Yang diburu adalah kulit kerang, lupa akan mutiara yang terpendam

 

Kekuasaan rajanya adalah tujuan pemujaan

Sebagai ganti dari hilangnya iman kepada Tuhan

Pandangannya tak mampu menembus tembok masa kini

Dan karenanya tak pernah mampu menciptakan masa depan

Sejarah anak cucunya di dalam genggaman tangannya

Tapi sayang, apa yang diucapkan tak diamalkan dalam perbuatan

Syahadatnya adalah mengabdi pada kekuasaan asing

Dan candi dibangun dengan batu bata rerontok masjid

Sungguh malang bangsa yang menjauhkan diri dari Tuhan dan wahyu-Nya

Ia adalah bangsa yang mati, namun tak sadar bahwa mati.*

 

(dari buku What Should Then Be Done O People of the East and Poems from Iqbal, Kumpulan Sajak Iqbal, Pesan Kepada Bangsa-Bangsa Timur,  terj. Abdul Hadi WM, Mizan, 1985).

Leave a Reply