Oleh: Henri Shalahuddin
Jika dahulu Islam diuji dengan benturan fisik, hari ini ujian terbesar masuk secara senyap ke dalam pikiran, mengikis keyakinan, dan meruntuhkan akidah generasi muda lewat narasi sekularisme, pluralisme, & liberalisme yang dikemas seolah-olah ilmiah.
Selama lebih dari 24 tahun, INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) memilih jalan sunyi yang mendasar: bertahan di garis depan melalui jalur
akademis, kritis, dan inspiratif. Kami merawat tradisi ilmu, meluruskan salah paham pemikiran, dan menghadirkan jawaban Islam yang kokoh atas tantangan zaman.
Seperempat abad bukanlah waktu yang singkat. Ribuan majelis ilmu telah dihidupkan, puluhan buku referensi telah diterbitkan, dan jurnal pemikiran tetap konsisten menyapa umat. Namun, idealisme keilmuan ini membutuhkan ekosistem yang kuat untuk tetap mandiri dan berdampak luas.
Memberi makan fakir miskin adalah amal mulia yang menghadirkan pahala besar dan meringankan kesulitan sesama. Namun, mendukung kegiatan keilmuan—seperti memberikan beasiswa, mendanai perbukuan dan literasi—juga merupakan investasi kebaikan yang manfaatnya terus mengalir, melahirkan ilmu, kebermanfaatan, dan pahala yang berkesinambungan.
Setiap huruf ilmu yang dipelajari, setiap buku yang mencerahkan, dan setiap keraguan umat yang teruraikan melalui wasilah INSISTS, akan menjadi aliran kebajikan dan pahala jariyah yang tak terputus bagi Anda di dunia & akhirat kelak.
Mari bergandengan tangan!
Bersama INSISTS, kita berkomitmen
pada kebenaran!





