Home Berita Mahasiswa IQT UNIDA Gontor Perdalam Tantangan Studi al-Quran Kontemporer di INSISTS

Mahasiswa IQT UNIDA Gontor Perdalam Tantangan Studi al-Quran Kontemporer di INSISTS

73
0

Jakarta, 3 Oktober 2026 — Bagaimana studi Al-Qur’an menjawab perubahan zaman? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam kunjungan 35 mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, ke INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations), Sabtu (3/10/2026).

Mahmud Rifanudin, M.Ag, dan Fahmi, M.Ag selaku pembimbing menyebutkan, bahwa kunjungan para Mahasiswi UNIDA ke INSISTS, merupakan bagian dari rangkaian Studi Pengayaan Lapangan (SPL) yang bukan sekadar menjadi agenda akademik di luar kampus. Para mahasiswi diajak melihat kembali posisi studi Al-Qur’an di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan sosial, dan berbagai tantangan pendidikan kontemporer.

Mengangkat tema “Mengkaji Tantangan Studi Al-Qur’an Kontemporer serta Relevansinya dalam Pendidikan dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan,” diskusi berlangsung secara interaktif. Para mahasiswi bersama tiga orang pembimbing terlibat dalam pembahasan mengenai bagaimana studi Al-Qur’an dapat terus berkembang tanpa kehilangan pijakan pada tradisi keilmuan Islam.

Materi disampaikan oleh Mohammad Syam’un Salim, M.Ag. dan Masau Dito Pendi, S.Ag. Keduanya mengajak peserta untuk tidak memandang studi Al-Qur’an semata-mata sebagai aktivitas memahami teks, tetapi juga sebagai proses intelektual untuk memahami konteks dan menjawab persoalan kehidupan.

Dalam perspektif tersebut, penguasaan terhadap khazanah keilmuan Islam perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membaca perkembangan ilmu pengetahuan dan realitas masyarakat. Tantangannya bukan memilih antara teks atau realitas, melainkan menemukan cara yang tepat untuk mempertemukan keduanya secara kritis, proporsional, dan bertanggung jawab.

Bagi para mahasiswi, pengalaman berdiskusi di lingkungan INSISTS memberikan ruang untuk melihat secara langsung bagaimana tradisi intelektual dibangun melalui pembacaan, pertukaran gagasan, dan dialog akademik. Hal ini sekaligus melengkapi pembelajaran yang selama ini diperoleh di ruang perkuliahan.

Kegiatan tersebut menegaskan bahwa studi Al-Qur’an memiliki ruang yang luas untuk terus berdialog dengan perkembangan zaman. Pengkaji Al-Qur’an tidak cukup hanya memiliki kemampuan membaca dan menafsirkan teks, tetapi juga perlu memiliki kepekaan intelektual terhadap persoalan yang berkembang di sekitarnya.

Melalui SPL ini, mahasiswi IQT UNIDA Gontor diharapkan semakin menyadari bahwa memahami Al-Qur’an juga berarti memahami dunia tempat manusia hidup. Dengan bekal tersebut, studi Al-Qur’an diharapkan tidak hanya mampu menjelaskan persoalan masa lalu, tetapi juga menawarkan perspektif yang relevan bagi tantangan masa kini dan masa depan.